Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Sepak bola masih menjadi olahraga primadona di seantero penjuru dunia. Olahraga yang memang tidak memandang umur, profesi, maupun latar belakang ini semakin hari peraturan dan jenisnya juga makin berkembang. Salah satu jenis olahraga yang menjadi pengembangan sepakbola adalah futsal. Olahraga Futsal merupakan hasil perkembangan dari cabang sepak bola yang memanfaatkan arena / lapangan lebih kecil baik indoor ataupun out door. Kebanyakan arena futsal banyak menggunakan rumput sintetis dan kayu sebagai lantai lapangan dimana sesuai dengan aturan yang berlaku. Futsal sendiri dimainkan oleh 5 orang pemain setiap timnya termasuk penjaga gawang (goal keeper).

Futsal sebagai olahraga alternatif kini menjadi salah satu olahraga yang paling digemari di Indonesia. Terbukti dengan semakin menjamurnya arena bermain futsal di setiap sudut kota. Di sejumlah arena futsal hampir selalu padat dengan jadwal tim-tim yang akan berlaga. Bahkan tidak sedikit arena futsal yang membuka jam operasi hingga menjelang subuh. Antusiasme masyarakat dari kaum remaja hingga dewasa untuk bermain futsal makin dimanjakan dengan semakin seringnya diadakan kompetisi-kompetisi futsal baik tingkat kelompok, daerah, hingga nasional.

Makin menjamurnya arena-arena futsal di berbagai daerah membuat persaingan dalam bisnis ini juga semakin menggairahkan. Kini, tidak hanya line futsal sebagai arena bermain futsal saja yang dikembangkan, namun fasilitas pendukung di setiap tempat tersebut juga semakin lengkap. Kini para pengelola arena futsal mulai menggabungkan sport, foodcourt, dan leisure dalam penyediaan fasilitas pendukung. Bahkan di beberapa lokasi arena futsal, kini banyak dijumpai sarana massage center/reflexiologi, billiard, kafe, dan money changer, private room karaoke, yang juga bisa disulap menjadi arena nonton bareng untuk 15-20 orang. Juga termasuk fasilitas shower room dan locker.

Fenomena tersebut menjadikan kalangan orang yang gemar berinvestasi mulai mengotak-atik rencana bisnis, lalu menyulapnya menjadi lahan bisnis empuk. Dana pun bergulir mulai dari ratusan juta hingga puluhan miliar rupiah untuk membuka arena futsal, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung.

Bisnis arena futsal makin menjanjikan. Jika diasumsikan modal pembuatan satu lapangan sebesar Rp 300 juta, maka dalam satu tahun modal diperkirakan sudah dapat kembali. Hitungannya, setiap sewa rata-rata Rp 100 ribu per jam saja, dan rata-rata setiap hari ada penyewa hingga 20 jam, maka seharinya sudah terkumpul sekitar Rp 2 juta. Per bulan mencapai Rp 60 juta. Dan tidak sampai setahun modal diperkirakan sudah dapat kembali.

Diolah dari berbagai sumber

Sumber gambar : http://ghaniarasyid.files.wordpress.com/2008/08/dsci0342.jpg
znxjegzche-uk58x574ms1of3p.jpeg
TIDAK bisa dimungkiri, sepak bola adalah olahraga terpopuler di dunia saat ini. Peminatnya pun beragam, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Kini,masyarakat mulai mengenal permainan baru di tanah lapangan hijau, yakni futsal. Futsal merupakan varian dari sepak bola yang dimainkan di lapangan tertutup dan lebih kecil serta dengan jumlah pemain masing-masing tim lima orang. Sejak masuk ke Indonesia pada tahun 2002, peminat futsal di Tanah Air semakin bertambah. Seiring dengan itu, bisnis lapangan futsal pun semakin menjanjikan. 

Hal itu bisa dilihat dari keberadaan lapangan futsal hampir di setiap kawasan. Managing Director MS Indoor Soccer Court & School Edwin Aprihandono merupakan salah seorang yang melihat peluang tersebut. Awalnya, pria yang tengah melanjutkan S2 di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini tidak terlalu menyukai sepak bola. Dia justru lebih menggandrungi olahraga basket.

Meski demikian, almarhum eyangnya, Muhammad Sidiq yang gemar menonton sepak bola, secara tidak langsung telah mengubah pandangan Edwin terhadap sepak bola. ”Saya dikasih tahu bahwa inti bermain sepak bola itu adalah kerja keras kelompok.Tidak bisa individu untuk menghasilkan sebuah gol. Ini memberikan inspirasi kepada saya. Oleh karena itu singkatan MS dari MS Indoor Soccer Court & School saya ambil dari nama almarhum eyang saya Muhammad Sidiq,” ujar Pria Kelahiran 24 April 1981 ini. 

Dia juga meyakini sepak bola adalah olahraga yang tidak akan tergerus dengan tren. Terlebih, permainan kulit bundar ini terjangkau untuk semua kalangan. ”Saya pun memutuskan membuka bisnis ini karena sepak bola adalah olahraga yang merakyat dan enggak ada matinya.

Berbeda dengan bisnis paintball dan gokart yang mengikuti tren,” paparnya. Sekembalinya dari menyelesaikan kuliahnya strata satunya di Academy of Art San Francisco, AS, jurusan Graphic Design Branding pada 2006 lalu,Edwin tidak lantas membuka bisnis lapangan futsal. Dia terlebih dahulu bekerja di salah satu perusahaan tambang batu bara di Indonesia. Tidak lama kemudian, Edwin pun melirik bisnis lapangan futsal yang belum terlalu populer kala itu. Pada tahun 2007, Edwin memanfaatkan lahan kosong seluas 1.600 hektare milik keluarganya di kawasan Cibubur. Seiring waktu, luas lahan tersebut bertambah hingga tiga ribu hektar.

Untuk modal, dia tidak sungkan meminta bantuan dari orang tua. Sementara sisanya didapat dari tabungan selama bekerja di AS. Menurut Edwin, modal tersebut dia gunakan untuk membangun struktur bangunan lapangan futsal dengan biaya kurang lebih Rp900 juta,paket rumput,gawang dan jaring (tinggi 5 meter) sekitar Rp150 juta per lapangan. Sementara untuk lampu Edwin menggunakan lampu hemat energi.Untuk menerangi lapangan futsal ini dibutuhkan sekitar 18 lampu dengan harga Rp100 ribu per lampu. Adapun untuk harga bola, ujar dia, cukup bervariasi.

”Kalau untuk bola harganya bervariasi. Ada bola yang harganya Rp125 ribu. Kalau bola tersebut dipakai konstan, biasanya setiap lapangan kami mengganti empat bola per bulan,” ujar Pria yang hobi traveling ini. Meski balik modal dari bisnis lapangan futsal ini tidak secepat bisnis lainnya, yakni sekira tiga tahun. Namun, ditilik dari segi omzet, bisnis tersebut menurut dia cukup menjanjikan. 

Edwin mengungkapkan, dengan harga sewa Rp125 ribu–150 ribu per jam per lapangan, kini dia sudah bisa menikmati omzet sebesar Rp60–70 juta per bulan dari lapangan futsalnya di Cibubur. Sementara biaya operasional yang harus dikeluarkan per bulan untuk listrik dan gaji sekitar 13 karyawan hanya mencapai Rp15 juta per bulan.

Sekira tahun 2009, Edwin pun memutuskan untuk membuka lapangan futsal baru di kawasan BSD. Modalnya dia peroleh dari keuntungan dari lapangan futsal di Cibubur, dana pribadi serta pinjaman dari bank. Di lokasi yang baru ini Edwin menyewa tanah seluas 4.800 ha selama 10–15 tahun.Adapun biaya sewa tanah mencapai Rp150 juta per tahun untuk tiga tahun pertama. Harga di tahun berikutnya, jelas dia, tentatif atau tergantung perkembangan harga tanah. Selain itu dia juga menerapkan pola bagi hasil dengan pemilik tanah.

”Pemilik tanah mendapatkan bagi hasil sebesar 30 persen dari keuntungan selama setahun dan 70 persen untuk manajemen MS Indoor Soccer dan kerja sama berlangsung selama 10–15 tahun,” paparnya. Untuk lapangan futsal di BSD, ujar dia, pembangunan struktur memakan biaya lebih besar, yakni sekira Rp3 miliar. Meski demikian, biaya paket pemasangan rumput, gawang dan jaring lebih murah, yakni sekitar Rp120 juta per lapangan. Sementara itu, biaya operasional di BSD tidak jauh berbeda dengan di Cibubur, yakni sekitar Rp15 juta. Dengan mematok harga sekitar Rp150 ribu–250 ribu per jam, kini Edwin bisa mengeruk omzet sekitar Rp80–90 juta per bulan. Di sisi lain konsumen lapangan futsal cukup beragam.

Edwin menjelaskan, konsumennya datang dari berbagai kalangan, mulai dari anak sekolah hingga pegawai pemerintah. Adapun untuk lapangan futsal di Cibubur hampir sebagian besar konsumennya adalah pegawai pabrik dan karyawan. ”Kalau di BSD lebih beragam, ada anak sekolah,kuliah,karyawan dan bahkan pegawai pemda,” ungkapnya. Edwin menuturkan, salah satu kunci dari kesuksesan bisnis lapangan futsal adalah lokasi yang tepat.Beruntung,dua lapangan futsalnya berada di lokasi yang strategis. Meski demikian, Edwin juga gencar melakukan promo agar konsumen semakin bertambah.

Salah satunya dengan menggelar kompetisi futsal dan menerapkan potongan harga saat bulan puasa. Menjalani bisnis lapangan futsal ini, ujar Edwin, tidak lantas lepas dari berbagai tantangan. Beberapa waktu lalu, bisnis lapangan futsalnya sempat terkena kampanye hitam yang dilakukan oknum-oknum tertentu. Orang-orang tidak bertanggung jawab itu menaruh paku di lapangan untuk memberi citra buruk bagi lapangan futsalnya.

”Karena itu,setiap pagi kita sisir lapangan untuk menghindari hal-hal seperti itu. Kita percaya kalau ada niat baik dan selalu memberikan yang terbaik, insya Allah konsumen akan kembali,” paparnya. (adn) 
(Maya Sofia/Koran SI/rhs)

Banyak orang yang mau membangun lapangan futsal namun tidak tahu berapa ukuran sebenarnya suatu lapangan futsal, berikut ukuran lapangan futsal:

Lapangan Futsal berbentuk persegi panjang, dengan ukuran sebagai berikut:
* Panjang: 25 – 42 m.
* Lebar: 15 – 25 m.
Ukuran standar pertandingan futsal internasional:
* Panjang: 38 – 42 m.
* Lebar: 18 – 25 m.
Tanda Lapangan:
  1. Lapangan ditandai dengan garis pembatas lapangan. Garis yang berukuran lebih panjang disebut garis samping (touch line), sedang garis yang lebih pendek adalah garis gawang (goal line).
  2. Lebar garis pembatas 8 cm.
  3. Lapangan dibagi menjadi dua bagian yang sama luas dan diberi garis. Garis ini disebut garis tengah.
  4. Titik tengah ditandai dengan titik tepat di tengah lapangan, lalu garis melingkar dibuat dengan titik pusat di titik tengah tersebut dengan jari-jari lingkaran 3 m.
Area Penalti
Daerah di depan gawang yang ditandai dengan garis setengah lingkaran disebut daerah penalti. Penentuan areal penalti adalah:
  • Dibuat dua garis seperempat lingkaran berjari-jari 6 m di dalam lapangan dengan titik pusat setiap tiang gawang.
  • Satu ujung tiap garis seperempat lingkaran menempel di garis gawang. Satu ujung yang lainnya tepat berada di depan setiap tiang gawang. Kedua ujung yang berada di depan kedua tiang gawang dihubungkan dengan garis lurus sepanjang 3,16 m sejajar dengan garis gawang. Mengapa harus 3,16 m? Karena 3,16 m ini didapat dari jumlah lebar gawang dan diameter ketebalan dua buah tiang gawang, yang masing-masing diameternya 8 cm.
Titik Penalti Pertama:
Posisinya berjarak 6 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang.
Titik Penalti Kedua:
Posisinya berjarak 10 m dari titik tengah antara kedua tiang gawang.
Daerah Tendangan Sudut
Di setiap masing-masing sudut lapangan dibuat seperempat lingkaran dengan jari-jari 25 cm.
Daerah Bebas
Daerah bebas ini terletak di lima meter sekeliling garis tengah lapangan. Daerah ini harus bebas pandangan ke lapangan, karena di sisi luar daerah bebas ini terdapat meja wasit ketiga dan pencatat waktu. Jarak meja wasit ketiga ini minimal dua meter dari garis tepi lapangan.
Daerah Pergantian Pemain
Lima meter setelah garis daerah bebas adalah daerah pergantian pemain. Daerah ini ditandai dengan garis yang memotong garis samping. Lebar garis ini adalah 8 cm, dan panjangnya 80 cm (40 cm di dalam lapangan, 40 cm di luar lapangan).
Gawang
Gawang harus ditempatkan di bagian tengah masing-masing garis gawang. Lebar gawang adalah 3 m diukur dari bagian dalam tiang. Sedangkan tinggi gawang adalah 2 m diukur dari bagian dalam tiang palang atas gawang ke lantai.
Bentuk penampang tiang yang diperbolehkan adalah kotak dan lingkaran, namun bentuk penampang lingkaran lebih dianjurkan, karena selain relatif lebih aman jika terjadi benturan juga pantulan bola dengan tiang penampang bundar lebih menghasilkan arah yang akurat.
Jaring gawang berbahan nilon, yang diikatkan ke tiang dan palang gawang. Kedalaman gawang adalah 80 cm untuk bagian atas gawang, dan 100 cm untuk bagian bawah.
Permukaan Lapangan
Lantai yang akan dipasang rumput futsal atau vinyl harus rata, kering, dan kuat.
Ketetapan:
  1. Jika garis gawang antara 15-16 m, radius seperempat lingkaran hanya diukur sebesar 4 m. Dalam hal ini titik penalti tidak lagi ditempatkan pada garis yang dibatasi daerah penalti, tapi berada pada jarak 6 m dari titik tengah antara posisi kedua tiang gawang.
  2. Garis dapat digambarkan di luat lapangan, 5 m dari sudut lapangan dan pada sudut kanan dan kiri dari garis gawang untuk memastikan jarak ini dapat diamati bila tendangan sudut dilakukan. Lebar garis ini 8 cm.
  3. Dua garis tambahan dengan masing-masing jarak 5 m pada kanan dan kiri titik penalti kedua untuk menggambarkan jarak pengamatan ketika tendangan bebas dilakukan dari titik penalti kedua.
  4. Tempat duduk pemain cadangan berada di belakang garis pembatas lapangan, tepat di samping daerah bebas yang berada di depan meja pencatat waktu (time keeper).
tangerang-bd9h1p74mx4fh65.jpeg

MEMULAI BISNIS FUTSAL
Untuk memulai bisnis lapangan futsal
ada beberapa hal yang harus diperhatikan :
1.       Pemilihan lokasi yang strategis
2.       Kemudahan dalam perijinan
3.       Anggaran Biaya
4.       Kondisi social ekonomi masyarakat setempat
5.       Pemilihan tenaga kontraktor bangunan bidang konstruksi baja
6.       Pemilihan rumput sintetis
7.       Promosi
8.       Sumber Daya manusia


1.       Pemilihan Lokasi,
Sangat penting dalam memulai suatu bisnis. Penduduk yang padat dan tingkat kegemaran masyarakat dalam bermain sepak bola tentu sangat menunjang bisnis lapangan futsal.
2.       Kemudahan dalam Perijinan
Ijin mendirikan Lapangan futsal tidak terlalu sulit, cukup IJin Mendirikan Bangunan saja, namun ada beberapa daerah sehubungan dengan otonomi daerah yang harus juga membuat Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Dan ijin gangguan (HO).
3.       Anggaran Biaya
Biaya untuk membangun lapangan futsal tidak terlalu mahal, untuk menghemat anggaran sebaiknya membangun lapangan futsal semi indoor, disamping biayanya jauh lebih murah, tipe bangunan ini lebih disukai konsumen karena sirkulasi udara jauh lebih baik, dan cahaya matahari masih bisa masuk, namun kerugiannya perlu memasang lampu cukup banyak untuk pencahayaan di malam hari.
Estimasi Biaya 1 Lapangan Futsal sebagai berikut :
- Biaya Konstruksi Baja                   : Rp. 180.000.000,00
- Biaya Pengadaan rumput dll          : Rp. 110.000.000,00
- Biaya Sipil (pondasi+lantai)           : Rp.   80.000.000,00
- Lighting +papan skor                    : Rp.   20.000.000,00
- Perijinan                                      Rp.     5.000.000,00
   Total Biaya                                : Rp. 395.000.000,00
4.       Kondisi social ekonomi masyarakat
Kondisi social ekonomi masyarakat sangat berpengaruh dalam mendesain suatu lapangan futsal, juga berpengaruh pada tariff futsal.
Masyarakat dengan kelas ekonomi lebih baik sebaiknya disediakan lapangan futsal yang jauh representative dan fasilitas yang lebih lengkap seperti : Kafe, Internet, Parkir yang luas dll. Pada kelas ekonomi ini bisa dibuat tariff yang lebih mahal.
5.       Pemilihan tenaga kontraktor
Untuk membangun lapangan futsal sebaiknya percayakan kepada perusahaan yang berpengalaman di bidang konstruksi baja. Dewasa ini banyak orang yang menawarkan diri membagun lapangan futsal baik via internet maupun media lain padahal banyak diantara mereka yang tidak mempunyai pengalaman sedikitpun di bidang konstruksi baja.
Hasilnya banyak konstruksi yang rubuh, goyang, dan tidak kokoh serta hasilnya sangat tidak memuaskan. Tentu hal ini disamping akan menyebabkan biaya yang mahal juga hasil yang tidak memuaskan.
Tip memilih tenaga kontraktor :
  • tanyakan legalitas perusahaan, alamat harus sesuai, cek lokasi workshopnya.
    Pengalaman dalam membangun lapangan futsal, tanyakan proyek yang telah dikerjakan beserta bukti     kontrak kerja, karena ada beberapa orang yang mengaku telah megerjakan ratusan proyek tapi hanya menunjukan gambar saja, padahal gambar di copy dari proyek perusahaan lain.
    Datangi kantor dan workshopnya,untuk mencegah terjadinya penipuan.
6.       Pemilihan rumput sintetis
Pemilihan rumput sintetis/rumput futsal sangat penting karena bermacam-macam rumput sintetis dengan jenis dan type yang berbeda disamping harga yang sangat variatif pula. Pastikan membeli rumput dari importer rumput sintetis langsung, agar mendapat harga yang jauh lebih murah dan dapat memilih macam-macam rumput futsal yang diinginkan.
7.       Promosi.
Tidak terlalu sulit dalam mempromosikn lapangan futsal, karena biasanya masyarakat setempat sudah tahu pada saat lapangan futsal dibangun mereka telah menayakan dulu. Ada baiknya sering mengadakan kompetisi dengan menggandeng perusahaan sponsor.
8.       SDM
Dibutuhkan tenaga SDM yang jujur,disiplin,tanggung jawab, loyal serta kreatif.
Peluang Usaha dan Bisnis Lapangan Futsal
Masyarakat di seluruh dunia sudah sejak lama mengenal dan menggemari olah raga sepak bola.
Olah raga ini tidak mengenal kelas ekonomi, hampir semua kalangan dari berbagai kelas ekonomi gemar bermain sepak bola.
Namun seiring dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan semakin menyempitnya lahan untuk dijadikan lapangan sepakbola, serta keinginan masyarakat untuk tetap bisa bermain sepakbola dalam kondisi hujan, panas, dan malam hari serta dengan jumlah orang yang tidak terlalu banyak, maka sejak 10 tahun terakhir masyarakat di seluruh dunia mengenal olah raga Futsal.
Futsal menjadi sebuah trend baru di kalangan masyarakat, mulai dari perkotaan sampai ke pelosok desa olah raga ini seperti jamur di musim hujan.
Oleh karena itu  bisnis futsal menjadi sebuah peluang bisnis yang sangat menjanjikan.
Modal yang diinvestasikan tidak terlalu mahal sekitar 400 jt s.d 500 juta (1 lapang).
Break Event point (BEP) bisa tercapai pada tahun pertama atau maksimal tahun kedua.
Modal Usaha Futsal :
Biaya konstruksi baja : Rp. 170.000.000,-
Biaya Sipil Bangunan (lantai+pondasi ) : Rp. 80.000.000,-
Biaya pengadaan Rumput sintetis/rumput futsal : Rp. 90.000.000 s.d Rp. 140.000.000,-
Biaya pengadaan bola, papan skor, lighting : Rp. 20.000.000,-
Total biaya investasi sekitar 400 jt s.d 500 juta.
Biaya tersebut diluar biaya lahan sekitar 600 m2 (1 lapangan)

Perhitungan BEP :
Biaya sewa lapang per jam : 150 rb,rata-rata pemakaian lapang per hari : 8 jam atau 240 jam per bulan.
Pemasukan per bulan : 240 jam x Rp. 150.000,00 = Rp.36.000.000,00

Biaya operasional :
Gaji Karyawan 2 orang : 2 x Rp. 1.250.000 = Rp. 2.500.000,-
Biaya listrik+telpon : Rp. 1.000.000,-
Bola 4 buah : 4x Rp. 75.000,- = Rp. 300.000,-
Total biaya operasional : Rp. 3.800.000,-
Keuntungan bersih ber bulan : Rp.36.000.000 - Rp. 3.800.000 = Rp. 32.200.000,-
BEP : Biaya investasi/keuntungan per bulan :450.000.000/32.200.000 = 13,97.
Jadi modal yang diinvestasikan akan kembali pada bulan ke-14.
Hal hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan lapangan futsal :
- lokasi
- Tingkat sosial ekonomi masyarakat
- konstruksi bangunan yang akan dibuat.

Luas lahan lapangan futsal adalah 16 x 26 atau 25 x 40
Jumlah pemain futsal : 6 orang setiap team
SEJARAH OLAH RAGA FUTSAL
Futsal dipopulerkan di MontevideoUruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruhAmerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utaraserta AfrikaAsia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965,Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game Futsal dipopulerkan di MontevideoUruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika,Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game
Peraturan
  1. Ukuran: panjang 25-43 m x lebar 15-25 m
  2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
  3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
  4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
  5. Garis penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
  6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
  7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
  8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif (M Sport Court interlock multi tiles flooring)
Bola
  1. Ukuran: 1
  2. Keliling: 62-64 cm
  3. Berat: 1-5 kg
  4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
  5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)
Jumlah pemain (per tim)
  1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
  2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
  3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
  4. Jumlah wasit: 2
  5. Jumlah hakim garis: 0
  6. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
  7. Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
  8. Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan , hanya boleh di luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada pelanggaran-pelanggaran yang harus memasuki lapangan
Lama permainan
  1. Lama normal: 2×20 menit
  2. Lama istiharat: 10 menit
  3. Lama perpanjangan waktu: 2×10 menit (bila hasil masih imbang setelah 2×20 menit waktu normal)
  4. Ada adu penalti (maksimal 5 gol) jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
  5. Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
  6. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit/wikipidea
Diberdayakan oleh Blogger.
Welcome to My Blog

Labels

Blogger templates

Follow Me !

Pengikut

- Copyright © MEKA TRONIKA -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -